Sabtu, 11 September 2010

Ilmuwan Atheis pun berubah

Alkitab dapat mengubah hidup manusia, seperti yang disaksikan di bawah ini oleh seorang bernama Dr. N. Jerome Stowell, seorang pakar dan ilmuwan nuklir, yang sampai sekarang ini selalu memberikan kesaksiannya kepada ribuan orang di California Selatan. Dalam pembicaraan radionya baru-baru ini, beliau mengatakan bahwa, "Di dalam jaringan syaraf otak kita, terdapat tempat emosi kita. Dengan alat yang sangat peka yang telah kami rancang, kita dapat mengukur panjang gelombang otak. Baru-baru ini kami mengadakan pemeriksaan otak seorang wanita yang akan mati. Dia senantiasa berdoa, dan yang kami peroleh tentang dirinya ialah bahwa pada saat ia lebih dekat kepada Tuhan, maka jarum penunjuk menunjukkan angka 500 positif.
 
Pada rumah sakit yang sama saya mengukur gelombang otak seorang yang mengutuk Tuhan, ternyata saya dapatkan jarum menunjukkan angka 500 negatif. Ini adalah dua ekstrem yang telah diindikasikan oleh alat tersebut.
 
Kita sekarang ini adalah dalam batas penemuan rohani. Tidak seorang pun yang dapat mengukur dalamnya tarikan orang Kristen apabila ia berhubungan dengan Tuhan. Ini adalah kenyataan...
 
Dr. N. Jerome Stowell mengakui, "Pengalaman ini telah membawa saya berpaling kepada Tuhan. Saya telah menjadi Kristen hanya dalam waktu singkat walaupun saya tahu sedikit saja tentang jalan tsb (kekristenan). Namun yang saya ketahui ialah -- perkara yang berhubungan dengan Tuhan itu adalah sesuatu yang positif. Saya akan berusaha untuk memelihara hidup saya jauh di atas indikator nol. Dunia hanya menyadari sedikit sekali tentang pengaruh doa yang dipanjatkan dengan penuh kepercayaan. Sesuatu yang digerakkan oleh sumber yang pasti."
 
Lebih lanjut Dr. Stowell menjelaskan tentang percobaannya yang telah mengubah dia dari seorang ateis menjadi seorang yang percaya Tuhan dengan sepenuhnya: "Saya dikenal sebagai seorang ateis yang bersungguh-sungguh. Saya tidak percaya Tuhan. Saya menganggap diri saya lebih baik dari orang lain bahkan bila dibandingkan dengan kebaikan semua orang... Dan saya tidak percaya bahwa Tuhan ada, berkuasa, mencintai kita semua, dan mempunyai kuasa yang melebihi segala sesuatu.
 
Suatu kali saya buat percobaan yang benar-benar telah membuat saya berpikir. Saya berada dalam laboratorium patologi yang besar dan kami mencoba untuk menemukan panjangnya gelombang otak. Kami mendapatkan bukan hanya panjangnya gelombang otak, melainkan satu kenyataan bahwa panjangnya gelombang setiap otak manusia jauh berbeda daripada sidik jari setiap manusia. Satu hal penting yang harus diingat: Sesungguhnya Tuhan dapat memelihara catatan pikiran pribadi kita di surga sebagaimana FBI Washington DC dapat mencatat sidik jari kita.
 
Kami ingin membuat percobaan untuk menemukan apa yang terjadi di otak pada saat seseorang dalam masa transisi dari kehidupan kepada kematian. Kami pilih seorang wanita yang telah dikirimkan oleh keluarganya ke rumah sakit jiwa, namun telah dikeluarkan dari sana . Para dokter tidak mendapat apa pun yang salah padanya kecuali suatu fakta bahwa ia memiliki kanker otak. Hal ini telah mengganggu keseimbangan badannya saja, sedangkan kesadaran pikiran dalam keadaan yang sangat baik. Kami mengetahui bahwa ia akan meninggal dan kami sampaikan kepadanya bahwa ia akan meninggal.
 
Dalam kamarnya kami mengatur sebuah peralatan khusus untuk memastikan apa yang terjadi dengan otaknya dalam masa peralihan dari kehidupan kepada kematian. Kami pun meletakkan sebuah pengeras suara yang kecil, sebesar uang satu sen, dalam ruangan tersebut, supaya kami dapat mengetahui apa yang ia katakan jikalau ia ingin menyampaikan sesuatu.
 
Kami semua adalah ilmuwan yang keras kepala, dan mungkin saya yang paling keras kepala dan yang paling ateis dari rombongan dokter; semua dalam keadaan siap dengan alat kami untuk melihat apa yang akan terjadi. Alat petunjuk kami mempunyai angka nol (0) di tengahnya. Menuju ke sebelah kanan terdapat penentuan ukuran menuju ke angka 500 positif; sedangkan untuk ke sebelah kiri terdapat angka menuju 500 negatif. Sebelumnya kami telah menggunakan alat ini untuk mengukur stasiun pemancar radio berkekuatan 50 kilowat untuk memancar ke seluruh dunia; ternyata jarum menunjukkan angka 9 positif.
 
Pada bagian akhir kehidupan wanita ini, ia mulai berdoa dan memuji Tuhan. Ia meminta kepada Tuhan untuk berkasihan kepada mereka yang telah membencinya. Kemudian ia mulai mengukuhkan imannya kepada Tuhan, dan berkata kepada-Nya bahwa ia mengenal Dia sebagai satu-satunya Kuasa dan Ia adalah Kuasa yang hidup. Ia berkata kepada Tuhan bahwa ia menyadari bahwa ada selalu masa yang lalu dan akan tetap ada yang akan datang. Ia memuji Tuhan dan bersyukur kepada-Nya untuk kuasa-Nya dan untuk pengetahuan tentang adanya Tuhan. Ia sampaikan kepada-Nya bahwa ia mencintai Dia.
 
Kami para ilmuwan telah demikian terpesona dengan doa wanita tersebut hingga kami lupa percobaan yang sedang dibuat. Kami lihat satu sama lain, dan melihat air mata mengalir pada wajah seluruh ilmuwan. Saya tidak pernah mengalirkan air mata seperti itu sejak masa kecil.
 
Tiba-tiba saya mendengar satu bunyi ’klik’ dari alat percobaan yang kami telah lupakan tersebut. Kami lihat kepada jarumnya yang menunjukkan angka 500, dan kelihatan jarum ingin untuk naik lebih tinggi lagi, namun angka 500 positif adalah angka yang tertinggi.
 
Dengan percobaan yang nyata ini, kami telah mencatat bahwa otak seorang wanita, yang sendirian dan dalam keadaan mau mati, dalam komunikasi dengan Tuhan tercatat mempunyai kekuatan 55 kali lebih besar dari alat pemancar radio yang berkekuatan 50 kilowat yang memancarkan siaran ke seluruh dunia.
 
Setelah itu kami ambil keputusan untuk mencoba kasus yang bertentangan dengan yang pertama. Kami pilih seorang lelaki yang terbaring sakit dengan penyakit yang mematikan. Otaknya telah menciut sampai kepada titik kematian. Sebenarnya ia sudah benar-benar mengalami gangguan kejiwaan dan dapat dikatakan gila. Segera setelah kami meletakkan peralatan khusus tersebut, kami meminta seorang perawat untuk melawan pasien gila ini. Melalui tipu muslihatnya ia coba menarik perhatian lelaki itu kepadanya, kemudian mengatakan kepadanya bahwa ia tidak mau melakukan apa pun untuk dia. Lelaki tersebut kemudian mulai marah kepada perawat tersebut, dan jarum mulai bergerak ke arah negatif. Kemudian ia mulai mengutuknya, dan juga menggunakan nama Tuhan dengan sia-sia. Secara tiba-tiba terdengar bunyi ‘klik’ dan ternyata jarum telah tiba ke angka 500 negatif.
 
Dengan percobaan ini kami dapat langsung melihat apa yang terjadi dengan otak seseorang bila ia melanggar salah satu dari Sepuluh Hukum Allah, yaitu, ‘Janganlah menyebut nama Allah dengan sia sia’ yaitu keadaan yang negatif.
 
Jikalau kami sebagai ilmuwan dapat mencatat semua ini, kami percaya dengan sepenuh hati bahwa Tuhan dapat pula mencatat semua yang terjadi di dalam pikiran kita. Ia mempunyai lebih banyak kuasa daripada kita, dan dapat mencatat jauh lebih teliti daripada pencatat apa pun yang ada di dunia ini.
 
Dengan kehadiran Tuhan di dalam diri kita, la dapat memberikan kuasa kepada kita, yang mahabesar tanpa ada pengecualian apa pun. Kemudian Dr. Stwells mengatakan "sekarang ini saya adalah seorang ilmuwan yang mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Saya mau Anda berdoa untuk saya, agar saya akan selalu berpikir, berkata dan berbuat perkara yang positif yang Tuhan kehendaki saya pikirkan, katakan dan lakukan, dan saya tidak akan berpikir, berkata dan berbuat sesuatu perkara yang negatif, yang telah membuat saya dibutakan dan dikurung untuk banyak tahun lamanya."
 
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Dengan kuasa firman Allah itulah yang dapat mengubah manusia. Anda pun bukanlah satu pengecualian!
 
Diambil dari "Kitab Ajaib" oleh dr. Kathleen H L Kuntaraf MPH & Jonathan Kuntaraf D. Min. hal 75-78. (Dianweb)

Tidak ada komentar: